KIMIA
MUHAMMAD ADJI PANGESTU
XI-AKSEL
SOAL-SOAL
BAB1(10)
BAB2(10)
BAB3(10)
BAB4(10)
a. 4s2 4p6
b. 6s22P6
c. 2s2
d. 2s22p6
e. 3s23p6
Jawab : d
Konfigurasi Al : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
Ion Al3+ berarti melepaskan 3 elektron terluarnya (electron valensinya), maka konfigurasi electron sekarang menjadi : 1s2 2s2 2p6 , jadi susunan electron terluarnya adalah 2s2 2p6.
2. Lima unsur A,B,C,D dan E masing-masing mempunyai susunan elektron sebagai berikut :
A. 1s2 2s2 2p6 3s1
B. 1s2 2s2 2p6 3s2
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 5s1
pasangan-pasangan di bawah ini yang merupakan unsur dari satu golongan yang sama
adalah …
a. A dan B c. A dan E e. A dan D
b. A dan C d. D dan E
Jawab : c
Dalam satu golongan utama jumlah electron terluarnya pasti sama yaitu pada A dan E jumlah electron terluarnya sama dengan 1.
3. Unsur X dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 2s1 mempunyai sifat …
a. mempunyai potensial ionisasi terbesar di antara unsur seperioda
b. dapat membentuk oksida dengan rumus XO2
c. dapat membentuk hidroksida yang sukar larut dalam air
d. dapat membentuk senyawa halida dengan klor dengan rumus XCl
e. mempunyai jari-jari terkecil di antara unsur seperioda
Jawab : d
Unsur X termasuk golongan IA yang mempunyai kecenderungan untuk melepaskan 1 elektron membentuk ion positip X+, sedangkan unsur Cl terletak pada golongan VIIA mempunyai kecenderungan menerima 1 elektron membentuk ion Cl-. Jadi senyawa yang terbentuk dari kedua ion tersebut adalah senyawa halida dengan rumus : XCl.
4. Unsur-unsur golongan alkali tanah sifat-sifat kimianya hampir sama karena
a. jumlah elektronnya sama
b. jumlah elektron pada dua orbital terluarnya sama
c. jumlah elektron pada kulit terluarnya sama
d. jumlah protonnya sama
e. konfigurasi elektronnya sama
Jawab : c
Dalam satu golongan jumlah elektron pada kulit terluarnya pasti sama
5. Diantara unsur-unsur di bawah ini yang paling mudah membentuk ion negatif adalah
a. 17Cl b. 11Na c. 12Mg d. 15P e. 19K
Jawab : a
Semakin ke kanan dalam sistem periodik jari-jari atomnya semakin kecil, mengakibatkan daya tarik inti atom terhadap elektron pada kulit terluarnya semakin besar, maka kecenderungan membentuk ion negatif juga semakin besar. Jadi unsur 17Cl mempunyai kecenderungan membentuk ion negatif.
6. Atom-atom unsur logam dalam satu golongan dari atas ke bawah kecenderungan melepaskan
elektron valensinya makin besar sebab
a. potensial ionisasinya makin besar d. nomor massanya makin besar
b. jari-jari atomnya makin besar e. muatan intinya makin besar
c. afinitas elektronnya makin besar
Jawab : b
Dalam sistem periodik dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atomnya semakin besar, sebab jumlah kulit atom bertambah, sedangkan elektron valensinya tetap akibatnya gaya tarik inti atom terhadap elektron valensinya berkurang. Jadi elektron terluarnya mempunyai kecenderungan untuk melepaskan diri.
7. Suatu unsur X dengan nomor atom 27 mempunyai jumlah orbital …
a. 8
b. 10
c. 13
d. 14
e. 15
Jawab : e
27X : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d7 4s2
Orbital pada 1s2 = 1; 2s2 = 1; 2p6 = 3; 3s2 = 1; 3p6 = 3; 3d7 = 5; 4s2 = 1.
Jadi jumlah orbital untuk 27X = 1 + 1 + 3 + 1 + 3 + 5 + 1 = 15
8. Konfigurasi elektron atom Fe [Ar] 3d6 4s2 jumlah elektron yang tidak berpasangan pada
atom Fe adalah …
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Jawab : d
3d 4s
Jadi jumlah elektron yang tidak berpasangan ada 4 elektron.
9. Unsur X terdapat dalam golongan karbon dan unsur Y mempunyai nomor atom 17. Senyawa
yang dapat terbentuk dari kedua unsur tersebut adalah ….
a. XY
b. X2Y
c. XY2
d. XY3
e. XY4
Jawab : e
Unsur X termasuk golongan karbon terletak pada golongan IVA, mempunyai 4 elektron valensi
Unsur Y yang mempunyai nomor atom 17 , termasuk golongan VIIA, mempunyai 7 elektron valensi
Kedua unsur tersebut membentuk suatu ikatan kovalen dengan rumus XY4.
10. Tabel pengisian elektron-elektron ke dalam subkulit :
Unsur Pengisian elektron
I=1s2 2s2
II=1s2 2s2 2p5 3s2
III=1s2 2s2 2p6 3s1 3p1
IV=1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 4s1
V=1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5
Pengisian elektron yang benar menurut aturan Aufbau adalah …
a. I dan V b. I dan II c. II dan V d. III dan V e. IV dan V
Jawab : a
Prinsip Aufbau : Pengisian elektron dalam sub kulit dimulai dengan nilai energi yang paling rendah dan
seterusnya menurut kenaikan energinya, sehingga pengisian elektron dimulai dari 1s, 2s, 2p,3s,3p dst. Sesuai
dengan aturan Aufbau.
1.Faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan berlangsungnya suatu reaksi adalah ….
1). luas permukaan sentuhan
2). konsentrasi zat pereaksi
3). suhu saat reaksi berlangsung
4). penambahan katalis yang tepat
A.1
B.2,1
C.3,2
D.3,4
E.1,2,3,4
Jawaban : E
Penyelesaian :
Semuanya mempengaruhi kecepatan suatu reaksi
Penyelesaian :
Semuanya mempengaruhi kecepatan suatu reaksi
2.Dari suatu reaksi diketemukan bahwa kenaikan suhu sebesar 10°C dapat memperbesar kecepatan reaksi 2x. Keterangan yang tepat untuk ini adalah ….
A.tidak terjadi apa-apa
B.energi rata-rata partikel yang beraksi naik menjadi 2x
C.kecepatan rata-rata partikel yang beraksi naik menjadi 2x
Djumlah partikel yang memiliki energi minimum bertambah menjadi 2x
E.frekuensi tumbukan naik menjadi 2x
Jawaban : D
Penyelesaian :
Suatu reaksi akan berlangsung cepat jika terjadi tabrakan molekul-molekul zat banyak dan sering.
3.Laju reaksi untuk reaksi P + Q
R + S adalah V = k(P)1/2 (Q)². Perubahan konsentrasi awal P dari Q yang akan menyebabkan reaksi berlangsung 12 kali lebih cepat adalah ….
A.(P) x 3 dan (Q) x 4 D. (P) x 4 dan (Q) x 3
B.(P) x 5 dan (Q) x 7 E. (P) x 6 dan (Q) x 2
C.(P) x 9 dan (Q) x 2
Jawaban : C
Penyelesaian :
V = K(P)1/2. (Q)2
12 = K(P)1/2 . (2)2
12 = (P)1/2 . 4
(P)1/2 = 3
P = 9
4.Pada suatu reaksi suhu dari 25° C dinaikkan menjadi 75° C. Jika setiap kenaikan 10° C kecepatan menjadi 2 kali lebih cepat, maka kecepatan reaksi tersebut di atas menjadi …. kali lebih cepat.
A.8
B.10
C.16
D.32
E.64
Jawaban : D
Penyelesaian :
Setiap kenaikan 10°
kecepatan reaksi menjadi 2 x lipat
Kenaikan 25° C - 75° C maka kecepatan reaksinya
Kenaikan 25° C - 75° C maka kecepatan reaksinya
=>2(75 - 25)= 25= 32
5.Suatu reaksi berlangsung tiga kali lebih cepat, jika suhu dinaikkan sebesar 20oC. Bila pada suhu 10oC reaksi berlangsung selama 45 menit, maka pada suhu 50oC reaksi tersebut berlangsung selama ….
A.1/50 menit D. 1 menit
B.1/25 menit E. 5 menit
C.1/5 menit
Jawaban : E
Penyelesaian :

Jadi reaksi berlangsung 1/9 x 45 = 5 menit
6.Kenaikan suhu umumnya menaikkan reaksi Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal di atas adalah ….
A.energi kinetik dari molekul-molekul menurun
B. kenaikkan suhu menghasilkan reaksi dapat balik
C. kecepatan masing-masing molekul menjadi sama
D. energi kinetik dari molekul-molekul meningkat
E. kenaikan suhu memperkecil energi aktivasi
Jawaban : D
Penyelesaian :
Efek dari kenaikan suhu adalah memperbesar energi kinetik rata-rata dari sistem yang demikian lebih banyak yang dapat mencapai keadaan peralihan, dengan kata lain kecepatan reaksi akan diperbesar.
7. Laju reaksi 2P + 3Q2
2 PQ3 dapat dinyatakan sebagai ….
A.penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu
B.penambahan konsentrasi Q2 tiap satuan waktu
C.penambahan konsentrasi PQ3 tiap satuan waktu
D.penambahan konsentrasi P dan O2 tiap satuan waktu
E.penambahan konsentrasi P, Q2 dan PO3 tiap satuan waktu
Jawaban : D
Penyelesaian :
penambahan konsentrasi PQ3 tiap satuan waktu.
8. Suatu reaksi A+ B hasil reaksi, persamaan laju reaksinya V= k[A] [B]². Bila pada suhu tetap konsentrasi A dan B masing-masing dua kali dari semula, laju reaksi adalah ….
A.tidak berubah
B.enam kali lebih besar
C.dua kali lebih besar
D.delapan kali lebih besar
E.empat kali lebih besar
Jawaban : D
Penyelesaian :
Diketahui persamaan laju reaksi : V = k[A] [B]² bila dinaikkan konsentrasi A dan B masing-masing dua kali lipat dari semula maka laju reaksi :
V = k[2A] [2B]²
= k (2A) (4B)²
= 8 k (A) (B)²
Jadi V = 8 x semula
9. Tabel data laju reaksi 2 NO (g) + Br2 (g)
2NOBr (g) pada berbagai konsentrasi.

Rumus laju reaksinya adalah ….
A.V = k . (NO) (Br2) D. V = k . (NO)2 (Br2)2
B.V = k . (NO)2 (Br2) E. V = k . (NO)2
C.V = k . (NO2) (Br2)2
Jawaban : B
Penyelesaian :
Reaksi terhadap [NO] bila [Br2] tetap :

Reaksi terhadap [Br2] bila [NO] tetap :

10. Pada reaksi 2CO (g) + O2 (g)
2CO2 (g) diperoleh data: 
Orde reaksinya adalah ….

Orde reaksinya adalah ….
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
Jawaban : B
Penyelesaian :

orde reaksi = 1 + 1 = 2
1.Perhatikan data berikut!
A.reaksi terus menerus dengan arah yang berlawanan
B.tidak terjadi perubahan mikroskopis
C.terjadi pada ruang tertutup
D.terjadi perubahan makroskopis
Manakah yang merupakan ciri reaksi reversibel?
a.A,B,C,D
b.D,C,B,A
c.B,D
d.A,C
e.Salah semua
jawab:d
seharusnya yeng terjadi itu adalah perubahan mikroskopis,sedangkan perubahan makroskopis tidek terjadi
2.Fase manakah yang dimasukan dalam menghitung Kc dan Kp?
a.gas saja
b.solid saja
c.gas dan solid
d.gas dan liquid
e.gas dan larutan
jawab:e
solid dan liquid tidak dimasukan atau dihitung, karenakonsentrasinya tetap dan telah terhitung
3.Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi,maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa,hingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.Itu adalah bunyi asas….
a.Vant Hoff
b.Avogadro
c.Le Chatelier
d.Gay Lusacc
e.Pancasila
jawab:c
memang asas Le Chaterier berbunyi seperti itu
4.Yang menyebabkan pergeseran kesetimbangan
1.suhu
2.tekanan
3.katalis
4.konsentrasi
a.1 saja
b.2 saja
c.1,2,3
d.3 saja
e.1,2,4
jawab:e
karena katalis hanya mempercepat saja dan diakhir,akan terbentuk kembali
5.Jika konsentrasi produk dinaikan maka kesetimbangan akan bergeser ke….
a.atas
b.bawah
c.produk
d.reaktan
e.samping
jawab:d
jika salah satu konsentrasi dinaikan,kesetimbangan bergeser berlawanan arah
6.2 NO +
⇄ 2 N
= -216kJ
Jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke….
a.kiri
b.reaktan
c.NO
d.menjauhi produk
e.reaktan (kanan)
jawab:e
jika suhu diturunkan maka kesetimbangan ke reaksi eksoterm
7.Pada reaksi no 6 apa pengaruhnya terhadap oksigen jika tekanan diperbesar?
a.bertambah
b.berkurang
c.tidak berubah
d.baik-baik saja
e.berubah beraturan
jawab:b
jika tekanan diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke koefisien reaksikecil
8.Pada reaksi no 6, bagaimana caranya agar mendapatkan 2N
secara maksimal?
1.Tekanan diperbesar
2.Suhu diturunkan
3.Konsentrasi reaktan dinaikan
4.Konsentrasi produk diturunkan
5.Volume diperbesar
6.suhu dinaikan
a.1,2,3,6
b.1,3,5
c3,5,6
d.1,2,3,4
e.5 saja
jawab:d
karena volume berkebalikan dengan tekanan dan jika suhu dinaikan maka kesetimbangan akan bergeser ke reaksi endoterm
9.Konstanta atau tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan
a.Kq
b.Kku
c.Kp
d.Kc
e.Wkwkwkwk
jawab:d
dimana Kc adalah konstanta atau tetapan kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap
10.Hubungan Kp dengan Kc Adalah…
a.Kp=
b.Kp=
c.KP=
d.Kp=Kc
e.Kp= Kc.RT.RW
jawab:d
dimana R adalah tetapan gas (0,082 L atm /mol K),T adalah suhu (Kelvin)dan △n adalah selisih koefisien produk dan reaktan
a.
b.
c.
d.
e.
Jawab:c
HCl(aq) → H+(aq) + Cl–(aq)
Perbandingan koefisien = 1 : 1 : 1
Konsentrasi OH– dalam HCl 0,1 M adalah
[H+] [OH–] = 10–14 M
0,1 M [OH–] = 10–14 M
2.Berapa konsentrasi ion H+ dan ion SO42– dalam 500 mL larutan H2SO4 0,2 M?
a.0.1
b.0.2
c.0.3
d.0.4
e.0.5
Jawab:b
H2SO4(aq) → 2H+(aq) + SO42–(aq)
Perbandingan koefisien = 1 : 2 : 1
3. Berapa konsentrasi OH– dan H+ dalam larutan NaOH 0,2 M?
a.5 x
b.5 x
c.5 x
d.5 x
e.5 x
Jawab:d
NaOH(aq) → Na+(aq) + OH–(aq)
Perbandingan koefisien = 1 : 1 : 1
[H+] [OH–] = 10–14 M
[H+] x 0,2 = 10–14 M
4. Tentukan [H+] yang terdapat dalam asam formiat 0,01 M. Jika diketahui Ka. HCOOH = 1,7 x 10–4.
a.1,30 x
b.1,30 x
c.1,30 x
d.1,30 x
e.1,30 x
Jawab:c
Reaksi ionisasi HCOOH
HCOOH(aq) <==> H+(aq) + HCOO–(aq)
5. Tentukan [OH–] yang terdapat dalam larutan amonia 0,5 M jika diketahui Kb.NH3 = 1,8 x 10–5.
a.3 x
b.3 x
c.3 x
d.3 x
e.3 x
Jawab:b
Dalam air NH3 terionisasi sebagai berikut = NH4OH(aq) <==> NH4+(aq) + OH–(aq)
6. Derajat ionisasi asam cuka 0,1 M adalah 1%. Berapa [H+] dan Ka asam cuka tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.
Jawab:d
[H+] = Ca x α
= 0,1 x 0,01 = 10-3 M
Ka = Ca x α2
= 0,1 x (0,01)2 = 10–5 M
7. Suatu larutan basa lemah NH4OH 0,1M dalam air terionisasi 1%.Berapakah kosentrasi OH– yang terbentuk?
a.0,004
b.0,003
c.0,002
d.0,001
e.0,000001
Jawab:d
[OH–] = Cb x α
= 0,1 x 0,01
= 0,001 M
8. Suatu larutan asam mempunyai konsentrasi H+ = 10–2 M, tentukan harga pH larutan tersebut.
a.1
b.2
c.3
d.4
e.5
Jawab:b
[H+] = 10–2 M
pH = – log [H+] = – log 10–2 = 2
9. Suatu larutan basa mempunyai konsentrasi OH– = 5 x 10–3 M, tentukan harga pOH dan pH dari larutan tersebut.
a.1 – log 3
b.1 – log 6
c.3 – log 5
d.3 – log 2
e.5 – log 5
Jawab:c
[OH–] = 5 x 10–3 M
pOH = – log [OH–]
= – log [5 x 10–3]
= – [log 5 + log 10–3]
= 3 – log 5
pH + pOH = 14
pH = 14 – pOH
= 14 – (3 – log 5)
= 11 + log 5
10. Tentukan pH dari 500 mL larutan HCl 0,2 M.
a.1 – log 2
b.2 – log 3
c.3 – log 4
d.4 – log 5
e.5 –log 6
Jawab:a
HCl merupakan asam kuat maka konsentrasi H+ yang dihasilkan sama dengan konsentrasi awal asam.
HCl(aq) → H+(aq) + Cl–(aq)
Konsentrasi HCl = 0,2 maka konsentrasi H+ = 0,2 M
pH = – log [H+]
= – log 2.10–1 = 1 – log 2